Hatiku, hatimu

Tidak ada hal khusus yang ingin saya tulis, saya hanya ingin menulis dan memaksakan diri untuk menulis. Barusan saya membaca beberapa notes FB dan blog milik teman – teman, dan teman dari teman. Lalu hati saya pun tergerak untuk menulis sesuatu.

Apa yang saya tangkap dan saya rasakan saat membaca notes/blog mereka mungkin saja berbeda dari apa yang ingin mereka sampaikan. Kemudian saya mencoba membacanya dengan pikiran kosong, tidak peduli pada siapa penulisnya dan apa kepentingan saya. Ada tulisan – tulisan yang tidak ditulis dengan baku, tetapi mengalir dan enak dibaca. Ada juga tulisan yang berputar – putar dan membingungkan. Kebetulan, hampir semua tulisan yang saya baca tadi adalah ungkapan perasaan si penulis. Jelas mereka menulisnya secara emosional. Setiap orang memiliki perasaan yang sama terhadap rasa senang, sedih, benci, atau cinta. Itulah yang mewujudkan rasa simpati dan empati.

Apa itu simpati, apa itu empati?

“Saya mengerti perasaan Anda” adalah sebuah kalimat yang mewujudkan rasa simpati. “Saya merasakan seperti apa yang Anda rasakan” adalah kalimat yang mewujudkan rasa empati. Yah, meskipun tidak selalu diungkapkan dengan kata-kata, rasa simpati dan empati bisa terlihat jelas pada sikap maupun mimik muka seseorang.

 Misalnya saat melihat korban banjir di berita. Bagi orang yang belum pernah mengalami kebanjiran dan tidak mempunyai hubungan karib dengan si korban, cenderung akan merasa kasihan dan mungkin memberikan sumbangan uang atau makanan untuk meringankan beban si korban. Ini adalah wujud dari rasa simpati.

Masih dengan contoh banjir, jika orang yang melihat berita itu pernah mengalami atau punya hubungan karib dengan si korban, ia pasti tergerak untuk mendatangi langsung untuk menolong korban atau memberi tempat singgah dan pertolongan lainnya. Rasa empati jelas lebih dalam dari rasa simpati. Rasa empati akan mendorong seseorang melakukan lebih banyak hal.

 “Ketahuilah bahwa sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging,  jika itu baik maka akan baik seluruh tubuh manusia, tapi jika itu buruk maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (Hadits shahih riwayat al-Bukhari (no. 52) dan Muslim (no. 1599).

Simpati dan empati adalah produk perasaan. Perasaan adalah produk hati. Simpati dan empati akan digerakkan oleh otak dalam bentuk perilaku dan tindakan. Jelas bahwa komando pertama kali berasal dari hati. Hati adalah organ kedua terbesar setelah kulit, (mengenai ini, beritanya bisa dibaca di sini).

Hati…. adalah organ yang sangat rumit. Apalagi hati wanita! 😀

Banyak orang yang tertarik mempelajari otak, tetapi bagi saya, hati lebih menarik untuk dipelajari. Jelas dalam hadits dikatakan bahwa hati lah yang mempengaruhi seluruh tubuh, bukan otak. Manusia tanpa otak bisa dibilang dungu, tapi manusia tanpa hati tentu saja mati. Hati lah yang membedakan manusia dengan robot. Dengan hati, seorang ibu rela mengandung dengan susah payah selama 9 bulan lebih. Tapi karena hati pula, si jabang bayi bisa digugurkan begitu saja.

 Jadi, bagaimana dengan hati Anda?

Nor Permatasari AR
Sragen, 22/08/2012 21:00

About norpermatasari

Santai...
This entry was posted in Cinta, Penting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *