Kuliah Kerja Nyata – Sebuah Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat

Beberapa hari lalu saya mengeluh pada seorang teman. Saya mengeluhkan ‘kegagalan’ salah satu program KKN saya dulu, yaitu program pembuatan Website resmi desa lokasi KKN kami.
Hingga saat ini, website desa tersebut belum bisa berjalan sebagaimana mestinya. Dan itu menjadi beban pikiran saya selama berbulan-bulan. Saya merasa tidak mampu menyelesaikan tugas, saya merasa tidak bertanggung jawab.
Ceritanya begini, salah satu permintaan aparat desa dalam program KKN kami adalah pembuatan website resmi dalam rangka memperkenalkan potensi desa secara lebih luas. Oke fine, saya mengiyakan. Meskipun bukan ahlinya dalam dunia per-website-an, setidaknya saya pernah mencicipi ‘sekolah IT’ dan punya beberapa kenalan yang ahli IT. Saya berniat menjadi moderator disini, dan sepertinya inilah awal mula kesalahan saya.
Singkat cerita, konten website sudah jadi dengan bantuan ahli IT tadi. Lalu dengan niat luhur untuk membuat website free hosting dan domain untuk desa, saya coba menghubungkan dengan salah satu dinas pemerintahan daerah yang berfungsi mengurus hal begituan. Tentu saja dengan harapan website itu bisa launching di penghujung KKN.
TERNYATA, di lapangan, program berjalan tidak semulus rencana.
File website sudah jadi. Mau diupload tapi saya tidak tahu caranya. Mau diuploadkan pembuat webnya tapi tidak bisa login. Akhirnya, file itu saya berikan ke dinas untuk diupload. Tapi ternyata tidak bisa tampil karena tidak ada databasenya. Saya minta databasenya ke pembuat web, tapi katanya tidak pakai database. Dinas bersikukuh mengatakan file itu harus pakai database.

Harus wira-wiri jadinya, harus jelasin ini-itu, harus saling menunggu….
Yang satu minta ini, yang satu ngga ngasih. Ah, bertele-tele!

Saya terombang-ambing sebab tak tau apa-apa. *ekspresi mual kayak habis naik komidi putar 7 hari 7 malam*

Beberapa hari kemudian, pembuat web bilang kalau databasenya harus dibuat oleh admin. Saya sampaikan ke dinas, lalu kata mereka akan dibantu, pasti. Saya tunggu satu dua hari belum juga muncul webnya. Sudah saya ingatkan pula, sampai malu saya nge-sms dinas tsb. Pernah suatu kali dibalas beliau, “Maaf mbak masih banyak kerjaan”. Ya, mungkin program saya hanya sampingan buat beliau, bukan prioritas. Baiklah, saya mengalah….. Hingga detik saya memposting tulisan ini pun tampilan webnya masih begini:

Pembuat web ngasih alternatif untuk beli domain+hosting sendiri saja, paling habis 150K untuk domain. Standar katanya. Tapi uang program sudah habis untuk biaya bikin web. Sedangkan aparat desa mau nunggu domain dari dinas saja supaya webnya resmi/formal. Saya berusaha berpikiran positif, tapi tetap saja pikiran saya meliar kemana-mana. Pembuat web ada kepentingan bisnis. Aparat desa tidak mau keluar biaya. Dinas menganggap ini bukan proyek. Beginikah program KKN saya berakhir? Sama sekali tidak bisa dimanfaatkan? Sama sekali tidak memberdayakan? Jadi, membantu pun pakai logika untung-rugi? *rasanya pingin misuh dalam hati* Astaghfirullah….

Nilai KKN saya sudah keluar, nilai sempurna. Tapi sungguh program ini masih mengganjal di pikiran dan hati saya. Saya tidak bermaksud jadi pengecut yang lari dari tanggung jawab. Saya buatkan akun blog desa di WordPress.com. Semoga yang gratis ini tidak disia-siakan. Tunggu alamatnya, saat ini blognya sedang dalam proses pembangunan.

“Pemberdayaan itu kan memang gak selalu berhasil”, kata teman saya. Ada orang yang bisa diberdayakan, ada yang tidak. Kalau sudah begini, berarti mereka tidak bisa diberdayakan. Cukup tahu saja…. Bukan mencari alasan, tapi menurutku benar juga kata temanku itu.

Catat, untuk calon mahasiswa/i KKN periode berikutnya:
1. Tidak semua permintaan aparat/warga desa harus kamu iya-kan.
2. Buatlah program yang sesuai dengan keahlianmu.
3. Jangan putus asa apalagi lari dari tanggung jawab. Ingat, ini baru pembelajaran.
4. Jadilah orang yang bisa diajak bekerjasama.
5. Pemberdayaan tidak selalu berhasil, jangan bunuh diri hanya karena programmu tidak jalan padahal sudah diusahakan maksimal.

Jangan jadi pesimis karena cerita saya ini. Percayalah, pengalaman KKN bisa merubah hidupmu. Menyenangkan deh pokoknya! Selamat belajar memberdayakan masyarakat! 🙂

About norpermatasari

Santai...
This entry was posted in Cerita, Kuliah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *